Postingan

Beda Tsunami dan Gelombang Laut

Gambar
Dr. Sugeng Pribadi Gelombang tsunami berbeda dengan gelombang laut. Gelombang tsunami ditimbulkan oleh gaya impulsif yang bersifat insidentil dan tidak kontinu. Gelombang laut yang diakibatkan hembusan angin dan pengaruh pasang-surut air laut biasa hanya berkisar belasan centimeter hingga satu meter tingginya dari rata-rata muka air laut. Gelombang tsunami ketinggiannya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan meter. Periode gelombang tsunami antara 10 – 60 menit dengan panjang gelombangnya bisa mencapai 50-200 km. Gelombang pasang bisa berlangsung lebih lama 12 - 24 jam dengan panjang gelombang mencapai puluhan atau ratusan meter. Cepat rambat gelombang tsunami sangat tergantung pada kedalaman laut, contohnya tsunami di laut dalam berkecepatan dahsyat bagai pesawat jet mencapai 400-1000 km/jam. Panjang gelombang tsunami ditentukan oleh kekuatan gempa, sebagai contoh gempabumi tsunami dengan kekuatan magnitude 7 Skala Richter panjang gelombang tsunami berkisar 20 - 50 km dengan t...

Tsunami Chili, 2 April 2014 : Menyikapi Kesiagaan Bencana

Gambar
Dr. Sugeng Pribadi Selasa, 1 April 2014 pada jam 20.46 waktu setempat atau jam 06.46 WIB (Rabu, 2 April 2014) g empabumi berkekuatan Mw 8.0 menguncang Chili, negara di wilayah Amerika Latin. A nalisa BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan Mwp 8 , 0 , kedalaman 10 km dengan kebangkitan tsunami setinggi 2 m serta memakan korban jiwa 5 orang di Chili . Mekanisme Gempabumi Gempabumi merusak di daerah ini umumnya dipengaruhi oleh akt i vitas subduksi mega-thrust antara Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan. Posisi episenter gempabumi ( 19.61 ° LS , 7 0.83 ° BB ) sangat dekat hanya 100 km ke arah Palung Subduksi Nazca dan juga terhadap Pantai Arica, Chili. Mekanisme fokus yang dihasilkan Gempabumi Chili 2014 adalah sesar naik sehingga sangat mendukung kebangkitan tsunami. Gambar 1 menunjukkan lokasi episenter yang hampir sama dari walaupun berasal dari institusi yang berlainan (BMKG, GEOFON, USGS, JMA, PTWC, EMSC). Alasannya adalah magnitudo gempabumi yang cukup besa...

Gempa Chili, 2 April 2014 : Sesar Naik

Gambar
Gempabumi Chili 1 April 2014 (M 8,2) disebabkan oleh sesar naik pada kedalaman dangkal (10 km) dekat dengan Pantai Chili (Gambar1). Berdasarkan mekanisme sumber, gempabumi mempunyai sudut strike, dip, rake = 358 0 , 12 0 , 107 0 (USGS). Mekanisme sumber gempabumi ini sesuai dengan karakteristik tektonik umumnya pada kawasan persinggungan batas lempeng utama atau mega-thrust antara lempeng Nazca dan lempeng Amerika Selatan. Lempeng Nazca menunjam kebawah lempeng Amerika Selatan pada arah timur dengan kecepatan 65 mm/tahun (Gambar 1). Sebagai perbandingan hasil mekanisme fokus USGS dan CMT Harvard dapat dilihat Tabel 1.  Gambar 1. Aktifitas subduksi Lempeng Nazca terhadap lempeng Amerika Selatan mengakibatkan Gempa Chili 2 April 2014. Tabel 1. Perbandingan mekanisme Gempabumi Chili, 2 April 2014 dari USGS dengan metode W-phase dan Global CMT Harvard.  

Tsunami Chile 2 April 2014 Mw 8.0

Gambar
Sumber : BMKG, InaTEWS dan pemodelan tsunami TOAST, 2014 1.     Gempabumi yang terjadi di Chili, 2 April 2014 ini merupakan gempabumi tektonik yang diakibatkan oleh aktvitas subduksi mega-thrust antara Lempeng Nazca dan Amerika Selatan (USGS). 2.     Parameter gempabumi yang terjadi Chili, 2 April 2014, pada jam 06.46 WIB adalah mempunyai magnitudo Mwp 8.0, kedalaman 10 km dan episenter 19.61 ° LS – 70.83 ° BB , di Pantai Utara Chili (BMKG). 3.    Gempabumi Chili, 2 April 2014 menimbulkan tsunami di Chili dimana tide gauge mencatat tsunami 2 m dan menimbulkan 5 orang meninggal dunia di Chili (CNN) 4.  Walaupun demikian di wilayah Indonesia kejadian ini tidak membahayakan karena hanya berstatus WASPADA (tsunami dibawah 0,5 m) dengan waktu kedatangan 23 jam setelah gempa utama. Sumber : BMKG, InaTEWS, 2014

Characterization of Tsunamigenic Earthquake in Java Region Based on Seismic Wave Calculation

Gambar
Published in: http://scitation.aip.org/content/aip/proceeding/aipcp/10.1063/1.4868766 Sugeng Pribadi 1 ,  Afnimar 2 ,  Nanang T. Puspito 2  and  Gunawan Ibrahim 2 Abstract. This study is to characterize the source mechanism of tsunamigenic earthquake based on seismic wave calculation. The source parameter used are the ratio (Θ) between the radiated seismic energy (E) and seismic moment (Mo),moment magnitude (MW), rupture duration (To) and focal mechanism. These determine the types of tsunamigenic earthquake and tsunami earthquake. We calculate the formula using the teleseismic wave signal processing with the initial phase of P wave with bandpass filter 0.001 Hz to 5 Hz. The amount of station is 84 broadband seismometer with far distance of 30° to 90°. The 2 June 1994 Banyuwangi earthquake with MW=7.8 and the 17 July 2006 Pangandaran earthquake with MW=7.7 include the criteria as a tsunami earthquake which distributed about ratio Θ=-6.1, long rupture dura...

Metode Magnet Sebagai Prekursor Gempabumi

Gambar
Suaidi Ahadi, ST, MT 1 & Dr. Sugeng Pribadi 2   1 Peneliti BMKG & Kandidat Doktor Magnet Bumi ITB 2 Doktor Bidang Seismologi dan Tsunami BMKG Atmosfer mempunyai sifat dinamis dalam hal pemantauan pergerakan bumi seperti pada pengamatan iklim global. Ketika terjadi gempabumi, gaya stress batuan memancarkan gelombang elektromagnetik dan sejumlah ion listrik saat melintasi lapisan bumi atau dikenal dengan LAI ( Lithosphere Atmosphere Ionosphere ) coupling seperti pada Gambar 1. Perubahan densitas elektron di atmosfer dijadikan dasar prekursor gempabumi menggunakan metode elektromagnetik (Kamogawa, 2006). Sebelum terjadinya gempabumi, batuan di kedalaman sumber mengalami peningkatan gaya-gaya stress sampai akhirnya pecah sehingga menimbulkan pergeseran pada bidang litosfer serta getaran di permukaan (Johnston, 2002). Efek gempabumi juga mengakibatkan perubahan ion kemagnetan bumi atau dikenal dengan piezomagnetisme.  Gambar 1.     LA...

Gempabumi Pembangkit Tsunami di Indonesia (1991-2012) part1

Gambar